Polresta Yogyakarta Gelar Ops Zebra 2017 Selama 14 Hari

Yogyakarta- Polri dan jajarannya mulai menggelar Operasi Zebra 2017terhitung mulai hari ini Rabu (01/11/2017) sampai 14 hari kedepan. Di wilayah Kota Yogyakarta sendiri, dengan sandi Ops Zebra Progo 2017 dimulai dengan apel gelar pasukan halaman Mapolresta Yogyakarta dengan diikuti instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, PMI, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Yogyakarta Komisaris Besar Polisi Tommy Wibisono, S.Ik. Secara simbolis Kapolresta melakukan pemasangan pita kepada perwakilan peserta upacara sebagai tanda dimulainya Operasi Zebra Progo 2017. Selanjutnya Kapolresta membacakan amanat dari Kepala Korps Polri Lalu Lintas.

Dalam amanatnya Kakorlantas yang dibacakan Kapolresta menjelaskan bahwa apel gelar pasukan ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.

Perlu diketahui bersama data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan operasi zebra tahun 2016 sejumlah 2.623 kejadian mengalami penurunan 518 kejadian -16% dibandingkan periode yang sebelumnya tahun 2015 sejumlah 3.141 kejadian. 

Jumlah korban meninggal dunia operasi zebra tahun 2016 sejumlah 649 orang mengalami penurunan sejumlah 129 orang atau 17% dibandingkan periode yang sebelumya di tahun 2015 sejumlah 778 orang. Jumlah pelanggaran lalu lintas tahun 2016 sejumlah 356.101 pelanggaran dengan jumlah tilang sebanyak 228.989 lembar dan teguran sejumlah 127.112 lembar.

Kita menyadari, bahwa dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya, dalam hal ini menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas.

Guna mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut, perlu dilakukan berbagai upaya untuk menciptakan situasi kamseltibcar lantas dengan memberdayakan seluruh stakeholder, supaya dapat diambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas.

Oleh sebab itu diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcar lantas, sehingga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

Pada pelaksanaan operasi zebra tahun 2017 kali ini pelanggaran yang menjadi sasaran difokuskan pada 1 (satu) target yaitu kendaraan bermotor yang melawan arus, kecuali di jalan tol disesuaikan dengan pelanggaran di jalan tol, seperti naik-turun penumpang, melintas di bahu jalan, menggunakan rotator / lampu blitz / strobo serta plat nomor tidak sesuai spektek.

Dengan dilakukan penegakkan hukum terhadap sasaran prioritas tersebut, maka pelaksanaan operasi zebra tahun 2017 ini diharapkan akan dapat mendorong tercapainya tujuan operasi, yaitu :
1. Meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya;
2. Meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas;
3. Menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas;
4. Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas;
5. Terwujudnya situasi kamseltibcar lantas menjelang perayaan natal tahun 2017 dan tahun baru 1 januari 2018. 

Subscribe to receive free email updates: