Perangi Narkoba, Enam Tewas dan 173 Pelaku Ditangkap Polda Lampung

Bandar Lampung - Delapan hari menggelar Operasi Antik Krakatau 2018, Ditresnarkoba Polda Lampung dan jajaran dituntut adu kecerdikan dengan para pelaku penyalahguna narkoba yang beroperasi di wilayah Lampung. Dari hasil operasi itu, enam tersangka meninggal karena melakukan perlawanan dan membahayakan anggota saat ditindak.

Dalam operasi yang mulai 11 Juli 2018 lalu tersebut, narkoba jenis sabu, ekstasi dan ganja mendominasi hasil tangkapan. Terbesar sabu yang mencapai 58,39 kilogram, disusul 219 butir pil ekstasi dan 413,8 gram ganja. Disita juga uang Rp3,439 juta yang merupakan hasil transaksi narkoba.

"Alhamdulillah berkat dukungan masyarakat dan rekan media, delapan hari operasi berlangsung, Ditresnarkoba Polda Lampung bersama Satresnarkoba jajaran ungkap 132 kasus. Kemudian dari 173 tersangka itu terdiri dari 13 orang yang memang sudah masuk daftar target operasi sementara 160 orang lainnya merupakan non target. Untuk BB sabu, pil ekstasi dan ganja yang disita bernilai Rp87,6 miliar dengan perkiraan 581.031 jiwa diselamatkan, " kata Dirresnarkoba

"Modusnya tetap variatif yang membuat kita sedikit repot karena diajak adu kecerdikan. Misalnya, sekarang para pelaku bertransaksi dengan tidak membawa narkoba bersama mereka. Sedikit menyulitkan memang, tapi meninggalkan celah yang bisa kita telusuri, " kata Dirresnarkoba Kombes Shobarmen saat menjawab pertanyaan para awak media dalam ekspos di Lobby Utama Mapolda, Kamis 19 Juli 2018.

Langkah lama Polda Lampung yang memperketat penjagaan untuk cegah distribusi narkoba lewat jalur udara membuat pelaku kejahatan narkoba akhir-akhir ini memilih jalur perairan. Shobarmen memastikan Polda Lampung sudah koordinasi dengan Ditpolair, TNI AL dan lintas instansi lainnya untuk mengawal perairan Lampung.

Dari analisa internal yang dilakukan, pelaku kejahatan narkoba biasanya memilih jalur yang keamanannya longgar. Dari situ baru dipecah menuju pulau Jawa atau disebar di Sumatera termasuk Lampung pastinya. .

Lebih lanjut Shobarmen juga sebut 173 tersangka yang diringkus terdiri dari komposisi pemain baru yang naik kelas (penyalahguna jadi pengedar atau mencoba karir sebagai bandar-red), residivis atau pemain lama dan orang yang memang sengaja jadikan pengedar narkoba sebagai pekerjaan dengan berbagai alasan. Kemudian masih ditemukan beberapa kasus yang pola peredarannya dikontrol dari balik dinding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) . Polda Lampung sudah pegang nama para warga binaan yang jadi operator penggerak pengedar narkoba diluar lapas.

"Mohon sampaikan kepada masyarakat, langkah pemberian tindakan tegas terukur tidak akan kendor sedikitpun. Dari 173 tersangka yang kami ringkus, enam tewas karena masih melakukan perlawanan yang membahayakan nyawa anggota walau sudah dikepung, " tegas Shobarmen.

sumber: https://www.instagram.com/halo_polda_lampung/

Subscribe to receive free email updates: