Ancam Ledakkan Mapolda Riau, Pemilik Akun Facebook Erick Sumber Asri Ditangkap Polisi

Bhayangkara Kalteng - Tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalteng menangkap ENW (31) warga Jalan Cakra Buana Kota Palangka Raya, Senin (27/8/2018) kemarin sore. Penangkapan ini terkait dugaan kasus ujaran kebencian melalui media sosial (Medsos) Facebook terhadap Pemerintah Indonesia.
"Disamping memosting ujaran kebencian, pelaku yang masih lajang ini juga mengancam akan meledakkan Mapolda Riau melalui akun facebooknya," terang Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Rikwanto, S.H., M.Hum., saat Konfrensi Pers di Mapolda, Selasa (28/8/2018) pukul 10.00 WIB.

Menurut Wakapolda, kasus tersebut bermula dari tanggal 26 Agustus 2018, Tim Patroli Siber Mabes Polri dan Ditreskrimsus Polda Kalteng menemukan postingan yang mengandung ujaran kebencian pada akun Facebook Erick Sumber Asri yang isinya menyatakan perasaan kebencian terhadap kekuasaan umum dan pemerintah Indonesia serta pengancaman.

"Diantara isi postingannya "Tunggu saja Markas Polda Riau akan kami ledakkan. Polisi Densus 88 pelindung rezim PKI akan kami habisi"," tutur mantan Karo Multimedia Divhumas Polri ini.

Pelaku yang hanya lulusan SMP ini mulai memosting ujaran kebencian terhadap pemerintah sejak Pilkada DKI tahun kemarin. ENW berasal dari Blitar, Jawa Timur dan tinggal di Palangka Raya baru tiga tahun.

"Saya berharap kasus ujaran kebencian ini yang terakhir di wilayah hukum Polda Kalteng dan saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah membagikan kiriman di media sosial yang belum jelas sumbernya serta bijak dalam menggunakan medsos," tambah jenderal bintang satu ini.

Barang bukti yang berhasil diamankan 1 (satu) buah handphone, 1 (satu) simcard, satu bundel screen capture akun facebook dengan nama profil Erick Sumber Asri dan 12 lembar brosur buletin dokumen Islam (HTI). "Pelaku akan dikenakan pasal 45 A ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE jo pasal 28 ayat (2). Dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak 1 miliar.  


Tribratanews.kalteng.polri.go.id

Subscribe to receive free email updates: