Tujuh Remaja Perkosa Gadis Di Bawah Umur Secara Bergiliran, Tiga Pelaku Ditangkap Polisi

Bhayangkara Pasuruan- Unit PPA Satreskrim Polres Pasuruan berhasil mengungkap kasus perkosaan terhadap gadis dibawah umur. Dari ungkap itu, polisi menangkap 3 dari 7 bocah bejat, yang diduga kuat memerkosa gadis dibawah umur secara bergilir.

Ketiga bocah bejat yang masih pelajar ini, berinisial CH (14), SB (17), dan MJ (17). Ketiganya merupakan remaja asal Desa Ambal-Ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

KBO Satreskrim Polres Pasuruan, IPTU Bambang Tri Sutrisno, memaparkan jika ketiga tersangka ditangkap akibat menyetubuhi seorang gadis berinisal Bunga (16), remaja asal Kecamatan Prigen, secara bergiliran.

Sedianya aksi bejat itu dilakukan oleh 7 bocah, namun Unit PPA Satreskrim Polres Pasuruan baru menangkap 3 tersangka. "TKP kejadian pemerkosaan ini terjadi di rumah SB yang sedang sepi, pada 11 September kemarin. Setelah kejadian itu, korban melaporkan kepada Orang tuanya. Kemudian, dilaporkanlah kejadian ini ke Mapolres pada 12 september. Selisih dua jam dari pelaporan, 3 dari 7 tersangka berhasil kami ringkus," Papar KBO Bambang Tri Sutrisno, diruang Pidum 1, pada (18/09) pukul 15:00 wib.

Adapun kronologi kejadian, kala itu korban diajak CH yang merupakan pacarnya, untuk pergi kerumahnya. Tak taunya, korban malah diajak singgah kerumah SB yang tak lain adalah tempat kejadian perkara terjadi.

Saat dirumah itulah, telah stand by SB dan kelima temannya berinisial MJ, MU, RZ, LI, MM. Hubungan CH dengan keenam tersangka lainnya adalah satu kawanan gank. "Saat berkumpul, munculah kebiasaan buruk mereka. Yakni minum minuman keras oplosan. Korban sempat dipaksa minum, namun menolak," Jelasnya.

Setelah ketuju bocah bengis itu telah terpengaruh minuman alkohol, nafsu birahi merekapun naik tak terkontrol. Sehingga beramai-ramai menyergap korban dan membawanya kekamar tersangka SB. 
Korban sempat melawan, namun usahanya tak berhasil lantaran dikeroyok oleh 7 remaja itu. Kemudian, korban diperkosa secara bergantian oleh ketujuh tersangka.

Penuturan para tersangka, minuman oplosan yang membuatnya memperkosa korban secara beramai-ramai adalah minuman air putih satu botol dicampur alcohol anti saptic kadar 80%. 

Subscribe to receive free email updates: