Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi Flores terus ditunjukkan berbagai elemen Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kali ini, Perwira Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 50 WSA Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Minggu (13/09/2026).
Bantuan berupa sembako dan perlengkapan bayi tersebut disalurkan kepada puluhan kepala keluarga yang berada di Dusun 1, khususnya Kampung Selayar, Desa Marapokot, Kabupaten Nagekeo.
Kegiatan sosial tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun SIP Angkatan 50 WSA NTT yang ke-5 tahun, yang menjadi momentum bagi para perwira untuk merefleksikan perjalanan lima tahun pengabdian sejak dilantik menjadi Inspektur Polisi.
Ketua SIP Angkatan 50 Polda NTT, Iptu Bertho Apelaby, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas pengabdian para perwira SIP Angkatan 50 Polda NTT di Bumi Flobamorata yang telah berjalan selama lima tahun.
“Kegiatan ini adalah bentuk syukur atas pengabdian SIP Angkatan 50 Polda NTT di Bumi Flobamorata yang sudah berjalan lima tahun sejak kami dilantik menjadi Inspektur Polisi,” ujar Iptu Bertho.
Menurutnya, momentum HUT ke-5 tahun SIP Angkatan 50 WSA NTT tidak hanya dirayakan dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan HUT SIP Angkatan 50 WSA NTT yang ke-5 tahun. Kami ingin rasa syukur atas perjalanan pengabdian ini diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan berbagi bersama masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan peduli gempa Flores tersebut merupakan wujud kepedulian yang lahir dari kebersamaan seluruh perwira SIP Angkatan 50 Polda NTT. Bantuan yang diberikan merupakan hasil urunan secara sukarela dari para perwira.
“Kegiatan peduli gempa Flores ini merupakan hasil urunan secara sukarela dari semua perwira SIP Angkatan 50 Polda NTT. Ini juga sebagai bentuk perhatian Polri kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores,” ungkapnya.
Iptu Bertho menegaskan bahwa semangat utama dari kegiatan tersebut adalah menjaga kepedulian dan solidaritas terhadap sesama, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Spirit dari kegiatan ini adalah, gempa boleh mengguncang tanah kita, tapi tidak boleh mengguncang kasih dan kepedulian kita terhadap sesama,” tegasnya.
Ia menambahkan, kegiatan bakti sosial tersebut bukan baru dilakukan setelah gempa Flores terjadi. Aksi sosial telah menjadi kegiatan rutin setiap tahun sebagai bagian dari rangkaian memperingati HUT SIP Angkatan 50 Polda NTT.
“Bakti sosial ini bukan karena gempa Flores baru kita lakukan, tetapi sudah kita lakukan setiap tahun sebagai rangkaian untuk memperingati HUT SIP Angkatan 50 Polda NTT. Tahun ini, kepedulian tersebut kami wujudkan dengan membantu masyarakat yang terdampak gempa di Flores,” jelasnya.
Lebih lanjut, bantuan sembako dan perlengkapan bayi tersebut menyasar puluhan kepala keluarga di Dusun 1, khususnya warga Kampung Selayar, Desa Marapokot. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, terutama keluarga yang masih menghadapi dampak bencana.
Bagi SIP Angkatan 50 WSA NTT, momentum lima tahun pengabdian menjadi pengingat bahwa perjalanan sebagai insan Bhayangkara tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran dan pengabdian tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Melalui aksi sosial ini, SIP Angkatan 50 Polda NTT menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian, solidaritas dan kehadiran nyata di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ringkas Iptu Bertho.
Salah seorang warga penerima bantuan, Asia Yusuf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada SIP Angkatan 50 Polda NTT atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kampung Selayar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada SIP Angkatan 50 Polda NTT atas bantuan yang diberikan kepada kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan bayi,” ujar Asia Yusuf.
Menurut Asia, perhatian yang diberikan tersebut tidak hanya dinilai dari sisi bantuan yang diterima, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang memberikan semangat kepada masyarakat di tengah kondisi pascagempa.
“Kami sangat berterima kasih. Bagi kami, bantuan ini sangat berarti karena menunjukkan bahwa masyarakat yang terdampak gempa tidak sendirian. Masih banyak pihak yang peduli dan memberikan perhatian kepada kami,” ungkapnya.
